Indonesia Produsen Kelapa Sawit Terbesar

PALEMBANG-MI: Direktur Jendral Perkebunan Departemen Pertanian Akmad Mangga Barani mengatakan, Indonesia merupakan negara terbesar produsen kelapa sawit di dunia.

Hal itu dikatakannya pada acara seminar berkaitan dengan pengembangan perkebunan kelapa sawit yang diadakan oleh Akademisi Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), Senin (14/12).

Dikatakannya, perkebunan kelapa sawit secara nasional di th. 2008 memiliki areal seluas 7 juta hektare, dengan memproduksi 19,2 juta ton.

Menurut dia, kegunaan Indonesia didalam memproduksi minyak sawit dunia amat besar dibandingkan negara-negara lainnya antara lain, Malaysia, Nigeria, Thailand, dan Columbia.

“Yang mendekati memproduksi minyak kelapa sawit negara kita adalah Malaysia, dengan kisaran 17,7 juta ton, pas Columbia merupakan negara hasil memproduksi minyak kelapa sawitnya terrendah hanya 800 ribu ton,” kata dia lagi.

Ia mengatakan, pengembangan kelapa sawit di Indonesia memiliki kegunaan sendiri didalam tingkatkan kesejahteraan didalam kehidupan bangsa.

Ia menyebutkan, devisa negara dari ekspor minyak kelapa sawit mentah (cpo) Rp13,5 triliun, dengan pertumbuhan kelapa sawit yang demikian besar, maka negara dapat menghimpit tingkat pengangguran akibat sulitnya lapangan pekerjaan.

“Penyerapan tenaga kerja di bidang pengelolaan kelapa sawit hingga 3,5 juta kepala keluarga (kk), yang dipekerjakan pada perkebunan dan pabrik kelapa sawit,” ujar dia.

Selanjutnya, dia mengatakan, pengembangan kelapa sawit itu sendiri dapat mendorong sistem pertumbuhan lokasi dengan cepat palm kernel expeller indonesia .

Adapun prospek kelapa sawit, menurut dia, ke depannya amat baik, gara-gara tak sekedar menghasilkan minyak goreng curah/oleokimia (bahan kimia yang berasal dari lemak) seperti mentega, minyak goreng dan termasuk sabun.

Pemerintah didalam perihal tingkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa yang bersumber dari kelapa sawit dengan arah pengembangan, memasang komoditas itu sebagai unggulan nasional melalui pengembangan industri dan juga product samping secara industrial, kata Akhmad Mangga Barani.

Ia menyampaikan, untuk mewujudkan Visi 2020 tersebut, maka mesti dikerjakan antara lain, revitalisasi perkebunan, yakni percepatan pengembangan perkebunan rakyat melalui perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman perkebunan.

Ia menambahkan, pemerintah pas ini udah sedia kan lahan perkebunan seluas 13,723 juta hektare yang terdapat di kawasan Indonesia Timur seperti Provinsi Maluku, Papua, dan Irian Jaya.

“Di sana memiliki potensi yang amat besar, namun belum dijadikan prioritas gara-gara belum tersediannya infrastruktur pendukung, kasus sosial (hak ulayat dan adat), dan juga lingkungan hidup (sebagai salah satu hutan tropis yang masih ada),” ungkap dia.

Ia menyebutkan, adapun lahan yang di sajikan oleh pemerintah seluas 5,066 juta hektare, masing-masing 2,301 juta hektare udah dilepaskan namun belum diproses hak kegunaan usahanya (HGU), 0,302 juta hektare dengan HGU perkebunan kelas V dan 2,051 juta hektare izin usaha perkebunan (IUP) yang diterbitkan oleh pusat dan area yang tidak aktif. (Ant/OL-7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *